George mulai menggunakan narkoba lebih dari 10 tahun yang lalu. Saat itu ia tinggal di Jakarta, Indonesia, dan bekerja sebagai sopir untuk sebuah perusahaan internasional. Sekitar sepertiga orang yang menyuntikkan narkoba secara global hidup di kawasan Asia dan Pasifik.

Karena ketergantungan George pada narkoba menjadi parah, ia kehilangan pekerjaannya dan tidak bisa lagi menyediakan kebutuhan bagi istri dan anak-anaknya. “Yang bisa saya pikirkan adalah di mana saya akan mendapatkan pukulan berikutnya. Aku berbohong. Aku mencuri. Saya membenci diri sendiri, ” kenang George.

Suatu hari George mendengar tentang program baru yang berbasis di sebuah rumah besar di Bogor, Indonesia. Rumah Singgah PEKA adalah program pengurangan dampak buruk berbasis masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan orang-orang yang menggunakan narkoba untuk mengambil kembali kendali atas hidup mereka.

Sam Nugraha adalah Direktur Eksekutif Rumah Singgah PEKA, yang didirikannya pada tahun 2010. Dia mengatakan, “Rumah Singgah PEKA berbeda dari pusat perawatan lain, karena sepenuhnya sukarela. Setiap klien telah membuat keputusan sendiri untuk berpartisipasi. ”

Sebagian besar staf di Rumah Singgah PEKA memiliki pengalaman dengan ketergantungan narkoba. Fasilitas ini menyediakan berbagai layanan, termasuk konseling kelompok dan individu.

Organisasi bekerja dengan fasilitas kesehatan umum untuk membantu klien mengakses layanan utama. Deni Subhan, Manajer Program di PEKA, sering menemani klien untuk mendapatkan dosis metadon harian mereka.

Siti Nurfaiza, Manajer Program di Klinik Kesehatan Gedung Badak, menemukan kerja sama dengan PEKA baik. Dia berkata, “Methadone sangat membantu untuk pengguna heroin, karena itu membantu orang dengan ketergantungan narkoba untuk mempertahankan aktivitas fisik, psikologis, dan sosial mereka.”

Deni Subhan mengambil pasokan methadone selama lima hari untuk klien, yang kemudian dapat mengakses dosis harian mereka di PEKA, yang memiliki jam jauh lebih fleksibel daripada fasilitas kesehatan umum.

George secara bertahap mengurangi dosis metadonnya. Dia sekarang bekerja untuk PEKA dan sekali lagi mampu menyediakan kebutuhan keluarganya.

George berkata, “Kita semua dipercayakan untuk membuat keputusan sendiri. Jika kami ingin membuat keputusan yang baik, komunitas ada di sini untuk membantu. ”

Sumber: UNAIDS

Pin It on Pinterest

Shares
Share This

Share PEKA Page

Share PEKA page with your friends.

Shares